Winter’s Tail
It’s true what people said:
You never know what you have until it’s gone
Lebih dari 20 tahun gue hidup di negara tropis yang hampir setiap harinya dibanjiri dengan sinar matahari, pada saat itu seringkali gue mengeluh karena panasnya sinar matahari yang membuat gersang atau mengeluh karena sangking teriknya matahari selalu membuat tangan gue belang-belang karena pake motor nggak pake jaket.
Winter tahun ini gue hidup di Berlin dan menurut media yang gue baca, winter tahun ini merupakan winter yang panjang, lapisan putih menyelimuti kota sejak desember tahun lalu dan belum pernah meninggalkan kota barang sehari. Di saat ini lah gue sangat merasakan kehilangan sesuatu yang dulunya sering gue keluhkan, matahari.
Ada beberapa saat di bulan Januari kemarin, sekitar 2 minggu lamanya matahari tidak menampakan batang hidungnya sama sekali, ngebuat gue harus membangun motivasi extra untuk menjalani hari.
Hari ini kebetulan matahari udah mulai menampakan wajahnya, walaupun pagi ini bertemperatur hanya 1 derajat celcius tapi terasa begitu hangat setelah merasakan 2 bulan terakhir yang bertemperatur dibawah nol derajat. Dengan bermodalkan semangkok bubur kacang sisa pesta ulang tahun pacar kemaren, gue menyempatkan untuk menikmati pagi yang “hangat” ini.
-Berlin, penguhujung musim panas.
