<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wirayudha.rohandi.com</title>
	<atom:link href="http://wirayudha.rohandi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wirayudha.rohandi.com</link>
	<description>Doing IT consulting, running a company, freelancing, enjoying an exciting life, etc</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 15:58:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Winter&#8217;s Tail</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/winters-tail/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/winters-tail/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 10:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[berlin]]></category>
		<category><![CDATA[buburkacang]]></category>
		<category><![CDATA[winter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[  It&#8217;s true what people said: You never know what you have until it&#8217;s gone Lebih dari 20 tahun gue hidup di negara tropis yang hampir setiap harinya dibanjiri dengan sinar matahari, pada saat itu seringkali gue mengeluh karena panasnya &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/winters-tail/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm5.static.flickr.com/4017/4378794342_da2d0358d4_b.jpg"><img class="aligncenter" title="Bubur kacang" src="http://farm5.static.flickr.com/4017/4378794342_da2d0358d4.jpg" alt="" width="500" height="335" /></a></p>
<p>It&#8217;s true what people said:</p>
<blockquote><p>You never know what you have until it&#8217;s gone</p></blockquote>
<p>Lebih dari 20 tahun gue hidup di negara tropis yang hampir setiap harinya dibanjiri dengan sinar matahari, pada saat itu seringkali gue mengeluh karena panasnya sinar matahari yang membuat gersang atau mengeluh karena sangking teriknya matahari selalu membuat tangan gue belang-belang karena pake motor nggak pake jaket.</p>
<p> </p>
<p>Winter tahun ini gue hidup di Berlin dan menurut media yang gue baca, winter tahun ini merupakan winter yang panjang, lapisan putih menyelimuti kota sejak desember tahun lalu dan belum pernah meninggalkan kota barang sehari. Di saat ini lah gue sangat merasakan kehilangan sesuatu yang dulunya sering gue keluhkan, matahari.</p>
<p>Ada beberapa saat di bulan Januari kemarin, sekitar 2 minggu lamanya matahari tidak menampakan batang hidungnya sama sekali, ngebuat gue harus membangun motivasi extra untuk menjalani hari.</p>
<p>Hari ini kebetulan matahari udah mulai menampakan wajahnya, walaupun pagi ini bertemperatur hanya 1 derajat celcius tapi terasa begitu hangat setelah merasakan 2 bulan terakhir yang bertemperatur dibawah nol derajat. Dengan bermodalkan semangkok bubur kacang sisa pesta ulang tahun pacar kemaren, gue menyempatkan untuk menikmati pagi yang &#8220;hangat&#8221; ini.</p>
<p>-Berlin, penguhujung musim panas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/winters-tail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Variables in Life</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/3-variables-in-life/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/3-variables-in-life/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 19:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fascinating]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[money]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>
		<category><![CDATA[strength]]></category>
		<category><![CDATA[time]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Tau nggak bahwa ada 3 variable penting dalam setiap hidup seorang manusia? Tenaga, Waktu dan Uang. Gue lupa pernah baca ini dari mana, tapi tiba-tiba terlintas di kepala gue sore ini. It goes like this: Pada saat lo remaja, lo &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/3-variables-in-life/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tau nggak bahwa ada 3 variable penting dalam setiap hidup seorang manusia?</p>
<p>Tenaga, Waktu dan Uang.</p>
<p>Gue lupa pernah baca ini dari mana, tapi tiba-tiba terlintas di kepala gue sore ini.</p>
<p>It goes like this:</p>
<blockquote><p><em>Pada saat lo remaja, lo punya banyak tenaga, banyak waktu tapi sedikit uang. Saat lo beranjak dewasa, lo bakalan punya banyak tenaga dan banyak uang, tetapi sayangnya lo nggak punya waktu. Dan tiba saat lo tua, lo bakalan punya banyak uang dan waktu yang lebih dari cukup, tapi sayangnya lo udah nggak punya tenaga.</em></p></blockquote>
<p>Jadi intinya, biar gimana, lo nggak bakalan punya ketiga variabel di atas secara bersamaan. Gue nggak tau ini bener apa nggak, tapi dua dari tiga pernyataan diatas benar adanya buat hidup gue.</p>
<p> </p>
<p>- Berlin, penghujung winter.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/3-variables-in-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku: Harus Bisa!</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/buku-harus-bisa/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/buku-harus-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 17:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[harusbisa]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Suatu kebetulan ketika saya mengunjungi ruangan seorang kawan di kantornya, saya melihat buku ini tergeletak di atas meja masih lengkap dengan sampul plastiknya, belum disentuh sepertinya. Menurut dia buku itu adalah kenang-kenangan dari petugas aju (advance team) kepresidenan ketika kunjungan &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/buku-harus-bisa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="   alignleft" style="margin: 10px;" title="Harus Bisa! Cover Book" src="http://farm3.static.flickr.com/2736/4341223626_04609c1aa8.jpg" alt="Harus Bisa! Cover Book" width="333" height="500" /></p>
<p>Suatu kebetulan ketika saya mengunjungi ruangan seorang kawan di kantornya, saya melihat buku ini tergeletak di atas meja masih lengkap dengan sampul plastiknya, belum disentuh sepertinya. Menurut dia buku itu adalah kenang-kenangan dari petugas aju (<em>advance team</em>) kepresidenan ketika kunjungan presiden RI sebulan lalu ke Berlin. Melihat buku dengan cover SBY saya langsung tertarik untuk membaca, berhubung saya pikir kawan saya ini terlalu sibuk untuk membaca buku yang lumayan cukup tebal ini, lagi pula saya sudah beberapa bulan ini tidak pernah baca buku yang berupa kertas, biasanya ebook, itu pun tipis-tipis tidak setebal ini.</p>
<p>Pertama baca nama penulisnya, saya langsung mengerutkan dahi, &#8220;Siapa sih Dino?&#8221;. Di halaman awal-awal diceritakan bahwa dia adalah salah satu dari juru bicara kepresidenan yang bertanggung jawab untuk urusan internasional. Saya pikir juru bicara presiden cuman satu, si Andi berkumis baplang, ternyata bapak Andi si kumis ini cuman bertanggung jawab untuk hubungan dalam negeri dan setelah membaca lebih lanjut buku ini ternyata hubungan internasional negara Indonesia tidak kalah serunya dengan kompleksitas masalah yang ada di dalam negeri.</p>
<p>Kesan pertama yang saya tangkap ketika membaca buku ini adalah kesan subjektifitasnya yang sangat kental, sejauh pengertian saya, tidak ada satupun dalam buku ini yang menceritakan tentang kelemahan atau kekurangan dari presiden SBY. Saya pikir namanya manusia pasti ada sisi kesalahannya, dan hal ini sayang sekali tidak diangkat dalam buku yang banyak disertai foto-foto menarik ini. Padahal kan kalau memang tujuannya pembelajaran kita juga bisa belajar dari kesalahan-kesalahan para pemimpin.</p>
<p><span id="more-406"></span>
<p>Buku ini sudah mencapai cetakan ke-enam dari pertama peluncurannya, buku ini ditulis pada saat SBY menjabat sebagai presiden pertama yang dipilih oleh rakyat dan saya membaca buku ini ketika SBY menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya, yang juga dipilih oleh rakyat. Isi buku ini cukup menarik karena pada saat buku ini ditulis, Jusuf Kala masih sebagai wakil presiden, Sri Mulyani sebagai mentri ekonomi dengan prestasi yang hebat, serta Budiono masih baru menjabat gubernur BI. Saya bilang menarik karena melihat keadaan sekarang dimana banyak cerita seru seputar Jusuf Kala, Sri Mulyani dan Budiono.</p>
<p>Terlepas dari subjektifitas yang ada dalam buku ini, saya melihat sesuatu yang berbeda tentang SBY yang tidak saya dapatkan dari media lain, baik itu koran ataupun televisi. Penulis menggambarkan kondisi-kondisi yang terjadi dengan keseharian Presiden dengan cukup detail, sehingga saya pun bisa merasakan ketegangan, keceriaan, kesibukan atau pun keadaan-keadaan lain yang SBY lakukan dalam keseharian tugasnya.</p>
<p>Setelah membaca halaman terakhir dari buku ini, terus terang entah kenapa rasa bangga sebagai warga negara Indonesia tiba-tiba naik, terlebih karena saya sedang tidak berada di Indonesia sehingga rasa ini merupakan rasa yang cukup luar biasa. Terlepas dari benar atau tidaknya isi dari buku ini (karena pacar saya bilang, buku ini terlalu berat sebelah) saya sangat menikmati setiap lembar yang disuguhkan, menarik, dan membuat semakin sadar bahwa pengetahuan sejarah nasional dan internasional saya jeblok berat.</p>
<p>Terakhir buat yang membaca tulisan saya ini apalagi kalau sedang berada di luar Indonesia saya rekomendasikan untuk baca buku ini, berguna banget untuk menumbuhkan harga diri yang sempat jatuh karena melihat kemajuan negara-negara dunia kesatu.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Cover buku dikopi dari: <a href="http://sylvietanaga.wordpress.com/2009/01/27/book-review-%e2%80%93-harus-bisa-seni-memimpin-ala-sby/">sylvietanaga.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/buku-harus-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Of Lights 2009 Berlin</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 23:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Germany]]></category>
		<category><![CDATA[berlin]]></category>
		<category><![CDATA[festivaloflight]]></category>
		<category><![CDATA[motret]]></category>
		<category><![CDATA[panorama]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 17 Oktober diperingati sebagai &#8220;Celebration of Diwali&#8221; oleh umat Hindu, Diwali dikenal juga dengan istilah &#8220;Festival of Lights&#8221;. Festival ini diadakan untuk menyambut pulangnya Dewa Hindu &#8220;Rama&#8221; ke Ayodhya setelah 14 tahun di hutan dan akhirnya memenangkan pertarungan melawan &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 17 Oktober diperingati sebagai &#8220;Celebration of Diwali&#8221; oleh umat Hindu, Diwali dikenal juga dengan istilah &#8220;Festival of Lights&#8221;. Festival ini diadakan untuk menyambut pulangnya Dewa Hindu &#8220;Rama&#8221; ke Ayodhya setelah 14 tahun di hutan dan akhirnya memenangkan pertarungan melawan Rahwana, festival ini juga diadakan sebagai &#8220;victory of good over evil, of light over darkness&#8221;. Lebih lanjut silahkan hubungi wikipedia.</p>
<p>Nah kebetulan tanggal 16-17 Oktober kemaren pun gue keliling Berlin untuk menikmati Festival of Lights, yang jelas Festival of Lights di Berlin keliatannya nggak ada hubungannya sama Diwali yang banyak dirayakan di India. Di Berlin, dari tahun 2005 diadakan festival lampu tahunan dikenal dengan &#8220;Berlin Illuminiert&#8221; atau &#8220;Festival Of Lights&#8221;, kebetulan untuk 2009 ini diadakan pada tanggal 14 &#8211; 25 Oktober 2009.</p>
<p>Hampir seluruh gedung-gedung bersejarah yang ada di Berlin disorot dengan berbagai macam lampu, beberapa ruas jalan di tengah kota pun disulap oleh pemerintah kota supaya terlihat spektakuler menyambut acara ini, dan memang hasilnya Spektakuler!!</p>
<p>Dibawah ini adalah hasil eksperimen-eksperimen gue, dari mulai single shots, long aperture shots, stitch photos, panorama shots, panorama to flash.</p>
<p>Enjoy!</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>View from my apartment:</p>
<p>[kml_flashembed publishmethod="static" fversion="9.0.0" movie="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/myRoom_low.swf" width="510" height="382" targetclass="flashmovie"]</p>
<p><a href="http://adobe.com/go/getflashplayer"><img src="http://www.adobe.com/images/shared/download_buttons/get_flash_player.gif" alt="Get Adobe Flash player" /></a></p>
<p>[/kml_flashembed]</p>
<p>Kalo yang pengen liat fullscreen : <a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/myRoom_1080.swf">Hi-Res 1920&#215;1080</a> (Hati-hati : 1.1 Mb file)</p>
<p>Di foto panorama diatas keliatan kan ada garis hijau di atas jalan, itu bukan karena gue iseng buat garis hijau pake penggaris, itu adalah laser yang sengaja ditembakin dari puncak Hotel Andels ke arah Allee Centre, salah satu bagian dari Festival juga.</p>
<p>Ada beberapa lagi foto panorama yang gue nggak tampilin di sini, mengingat ukurannya yang jumbo, mungkin nanti kalo gue nemu solusi yang bagus buat nampilin di halaman blog tapi nggak mengurangi kecepatan loading.</p>
<p>Gue motret kira-kira 150 biji, cuman yang layak ditampilkan hanya 10 biji, rasio yang cukup jauh keliatannya.</p>
<p>Gallery:</p>

<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0089/' title='Festival Of Lights 2009'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0089-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Festival Of Lights 2009" title="Festival Of Lights 2009" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0039/' title='Aquadom'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0039-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Aquadom" title="Aquadom" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0097/' title='Berliner Dom'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0097-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Berliner Dom" title="Berliner Dom" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0062/' title='Berliner Dom'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0062-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Berliner Dom" title="Berliner Dom" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0112/' title='Berliner Dom'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0112-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Berliner Dom" title="Berliner Dom" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0122/' title='Deutscher Reichstag'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0122-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Deutscher Reichstag" title="Deutscher Reichstag" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0143/' title='Paul-Löbe-Haus'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0143-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Paul-Löbe-Haus" title="Paul-Löbe-Haus" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/untitled-1-2/' title='Paul-Löbe-Haus'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/Untitled-1-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Paul-Löbe-Haus" title="Paul-Löbe-Haus" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/untitled-1/' title='Brandenburger Tor'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/Untitled-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Brandenburger Tor" title="Brandenburger Tor" /></a>
<a href='http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/dsc_0169/' title='Unter den Linden'><img width="150" height="150" src="http://wirayudha.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0169-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Unter den Linden" title="Unter den Linden" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/festival-of-lights-2009-berlin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jam Weasley : OpenGTS</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-opengts/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-opengts/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 21:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tech]]></category>
		<category><![CDATA[gps]]></category>
		<category><![CDATA[jamweasley]]></category>
		<category><![CDATA[opengts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Kita lanjutkan, temen gw ngasih link OpenGTS Project, katanya sih free, cuman yang bikin malesin codenya dalam bahasa jawa, gw lahir dan besar di bandung jadi sama sekali tidak mengerti dan tidak tertarik untuk belajar bahasa jawa. Tapi ya udah, &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-opengts/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita lanjutkan, temen gw ngasih link <a href="http://www.opengts.org/">OpenGTS Project</a>, katanya sih free, cuman yang bikin malesin codenya dalam bahasa jawa, gw lahir dan besar di bandung jadi sama sekali tidak mengerti dan tidak tertarik untuk belajar bahasa jawa. Tapi ya udah, kita coba.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, download manual, langkah pertama kata dia minta diinstall JDK, kata temen gw yang punya server, JDK udah terisntall, lewat!</p>
<p><strong>Kedua</strong>, dia minta Apache ANT, apa pula ini.  Karena server pake Debian jadi cuman:</p>
<blockquote><p>apt-get -u install ant</p></blockquote>
<p><strong>Ketiga</strong>, Apache Tomcat, gila ternyata apache banyak jenisnya.</p>
<blockquote><p>#apt-get install tomcat5.5 #apt-get install tomcat5.5-admin #apt-get install tomcat5.5-webapps</p></blockquote>
<p>ketiga perintah berjalan dengan baik. Untuk ngecek navigate ke http://localhost:8180. Jalan! Ini perintah utama:</p>
<blockquote><p>#/etc/init.d/tomcat5.5 [start | stop | restart]</p></blockquote>
<p>disuruh setting manager dan user lain, tapi males, leat aja dulu, kita liat jalan apa nggak.</p>
<p> </p>
<p><strong>Keempat</strong>, JavaMail, beneran deh gw baru denger barang-barang ginian, beneran baru.</p>
<p>Gila, ini baru 1 halaman, semuanya ada 40 halaman. Males ah, cari solusi yang lain, terlalu pusing!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-opengts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Winterzeit &#8211; Daylight Saving Time</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/winterzeit-daylight-saving-time/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/winterzeit-daylight-saving-time/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 16:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Tech]]></category>
		<category><![CDATA[dst]]></category>
		<category><![CDATA[time]]></category>
		<category><![CDATA[winter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Pasti pernah baca kan istilah Daylight Saving Time ato disingkat DST, gw paling sering ngeliat singkatan ini di komputer pada saat nge-set jam. Gw nggak pernah pengen tau artinya apaan, karena emang ga penting juga buat hidup gw saat itu. &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/winterzeit-daylight-saving-time/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/8922711_20e9dfb39e_b1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-328" title="Jam Matahari" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/8922711_20e9dfb39e_b1-300x225.jpg" alt="Jam Matahari" width="300" height="225" /></a>Pasti pernah baca kan istilah <em>Daylight Saving Time</em> ato disingkat DST, gw paling sering ngeliat singkatan ini di komputer pada saat nge-set jam. Gw nggak pernah pengen tau artinya apaan, karena emang ga penting juga buat hidup gw saat itu. Sekarang beda, mau nggak mau gw harus tau minimal apa efeknya sistem DST ini ama keseharian gw. Inti dari DST ini, pada saat mau masuk musim panas, jam kita di majuin 1 jam, dan mo masuk musim dingin, jam kita dimundurin 1 jam, serentak di seluruh kota dalam satu negara.</p>
<p>Cerita yang gw baca sih, sistem DST ini diciptain ama kiwis (baca:orang New Zealand-<em>harap dibedakan antara orang New Zealand dengan Australia</em>) sekitar 100 taun yang lalu, tepatnya gw nggak inget, cari aja di wikipedia. Nah pasti pertanyaannya, ngapain sih orang-orang ini nggak ada kerjaan, jam udah bener-bener eh malah dimajuin / dimundurin? iseng banget kan!</p>
<p>Nah yang gw ngerti dari yang gw baca, sistem ini ternyata dibuat demi kepentingan pleasure manusia, jadi pada saat masuk musim panas kan dimajuin 1 jam tuh, jadi kalo misal masih jam 6 pagi dimajuin jadi jam 7 pagi, emang sih pada saat musim panas matahari lebih rajin nongolnya, yang biasanya nongol jam 7 pagi, ini jam 6 udah nongol dan baru pulang jam 10 malem, jadi kalo mo dibayangin jam 20:00 tuh masih kaya jam 4 sorean lah kalo di indonesia mah. Nah jadi manusia-manusia yang nggak ada kerjaan ini (baca:yang hidup di 4 musim) pengen menikmati matahari lebih lama, jadi aja dimajuin sejam.</p>
<p>Kalo di jerman sistem ini disebut Winterzeit (karena mo masuk winter) kalo yang mo masuk musim panas disebut Sommerzeit. Nah pas mo masuk winter kaya sekarang ini, gara-gara dingin, matahari juga nggak serajin sebelumnya, yang biasanya jam 6 udah nongol, ini jam 8 aja masih ngintip malu-malu, jadi praktis jam 8 itu masih kaya jam 6-an lah kalo di bandung mah. Nah berhubung masih gelap dan dingin, orang-orang oportunis ini mikirnya &#8220;ah daripada gw gelap-gelapan dan dingin-dinginan pergi ke kantor, mendingan kita mundurin aja yuk jam nya rame-rame, jadi biar agak terangan dikit baru kita pergi ke kantor, sekarang mah kita tidur aja dulu&#8221; nah jadilah sistem DST ini berlaku lagi pada saat mo masuk winter, dimundurin 1 jam. Jadi kalo harusnya jam 8 dimundirin ke jam 7, jadi tidurnya bisa 1 jam lebih lama.</p>
<p>Nah buat gw penting, kenapa? karena kalo gw lupa seting jam tangan gw bisa-bisa gw bisa terlambat dateng ke kelas ato terlambat meeting, bisa mampus gw, keliatan banget baru dateng di Jerman, amatiran.</p>
<p>Nah buat yang belum tau, besok ini nih, tanggal 25 Oktober 2009, kita harus muter jam tangan dan jam dinding kita 1 jam kebelakang, kalo komputer/hp/pda sih biasanya udah otomatis, tapi kalo jam tangan ya mau nggak mau harus muter sendiri, pokonya jangan sampe ntar hari senin diketawain karena dateng ke kelas terlambat 1 jam atau project melayang gara-gara client lumutan nungguin lo kelamaan.</p>
<p>&#8212; Sun Dial // <a rel="cc:attributionURL" href="http://www.flickr.com/photos/mricon/">mricon</a> / <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/">CC BY-SA 2.0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/winterzeit-daylight-saving-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari memasak!</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/mari-memasak/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/mari-memasak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 22:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[cook]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Diantara bingung mikirin gimana cara retrieve data gps location di server, invoice yang belum cair, bahasa yang hancur lebur dan kangen pacar, gw memutuskan untuk ke dapur dan memasak, haha! Dari dulu gw nggak pernah masak, di rumah &#8211; boro-boro &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/mari-memasak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara bingung mikirin gimana cara <a href="http://blog.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-fun-part/">retrieve data gps location</a> di server, invoice yang belum cair, bahasa yang hancur lebur dan kangen pacar, gw memutuskan untuk ke dapur dan memasak, haha!</p>
<p>Dari dulu gw nggak pernah masak, di rumah &#8211; boro-boro masak, masuk dapur juga palingan ngambil makanan doang ama minum kalo haus, di lab kampus &#8211; makan gratisan seminar, warung nasi ato ayam goreng depan kampus, nah disini juga nggak jauh beda, setaun gw disini gw dijuluki si &#8220;ready made food-put into microwave-eat&#8221; ama roomate gw, asli gw nggak pernah masak, bukan karena gw nggak mau, tapi karena gw nggak bisa masak.</p>
<p>Makanan gw nggak jauh dari roti yang di toas trus diolesin pake butter kalo nggak keju, sosis, kentang, pizza yang tinggal dipanasin, berbagai macam pasta, ato kalo mo rada berkorban dikit &#8211; telor dadar. Aneh gw juga kenapa gw cukup makan makanan gituan, tapi gw pernah iseng ngeliat komposisi dari roti dibandingin ama nasi yang 1 kantong plastik &#8220;siap rebus&#8221;, ternyata kalo gw makan roti 5 slices kandungan karbohidratnya sama persis ama nasi 1 kantong yang kalo udah jadi 1 piring penuh, nah jadi ya udah, ngapain susah-susah masak nasi.</p>
<p>Nah keisengan memasak gw dimulai pada saat gw sempet tinggal di kamer temen gw, selama 1 bulan selama dia di Indonesia, nah sayangnya di tempat dia nggak ada toaster, microwave ato oven, udah gitu gw lagi ada kerjaan yang deadlinenya tight banget, jadi buat keluar makan doang malesnya setengah mati, bingung deh gw gimana cara gw makan, terpaksa lah gw mencoba memasak, tepatnya semi-memasak.</p>
<p>Gw waktu itu mikir masak apa yang 1 kali masak cukup untuk 1 minggu, setelah nanya ama nyokap, akhirnya diputuskan untuk membuat rendang. Kenapa gw bilang ini semi-memasak, karena ini mah bukan masak, cuman masuk-masukin dan campur-campur doang, jadi!.</p>
<p>Gampang, murah, dan nggak usah masak lagi selama seminggu!</p>
<p>Beli daging sapi di toko Turki, harganya kalo nggak salah 6-7 Euro sekilo, cari yang ga ada putih-putihnya, jadi yang warna dagingnya merah semua, ga ada bagian putihnya, gw nggak tau apa namanya bagian putih ini. Abis itu beli bumbu rendang indofood di toko asia, beli 2 bungkus, paling 30 sen sebiji. Trus jangan lupa beli santen 500ml. Udah, campur-campur semuanya. Cara nyampurnya liat aja di bagian belakang bumbu indofood, gampang abis, asli campur-campur doang, tinggal butuh sedikit kesabaran aja (nunggu ampe kentel).</p>
<p>Nih hasil pertama gw buat rendang</p>
<p><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0073.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-312" title="Rendang" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0073-300x201.jpg" alt="Rendang" width="300" height="201" /></a></p>
<p>Gw inget banget dulu jaman kuliah, gw ama temen-temen makan rendang cuman kalo ada makanan bungkus gratisan yang kebetulan makanan padang ato nggak kalo ada perayaan khusus doang, nah sekarang gw makan rendang tiap hari, cuy! Tapi kalo diitung-itung jatohnya murah kaya gini, walaupun asupan gizi lo cuman karbohidrat ama potrein doang, gak ada yang lain, haha.</p>
<p>Ampe hari ini diitung-itung udah 3 kali guat buat rendang, ampe gw nyetok bumbu indofood dari toko indonesia hamburg, niat!. Nah hari ini, gw iseng buka laci ternyata ada tumpukan bumbu-bumbu instan yang nyokap kasih pas kmaren gw nitip bawain blitz ama temen gw , disitu ada masako dan bumbu gule cap &#8220;aku sayang mama&#8221;, ya udah berangkat lah gw ke toko terdekat beli ayam, menurut tukang yang jualnya sih, harganya lagi promosi, 1,90€ sekilo, tau deh bener apa nggak.</p>
<p>1 bungkus bumbu, 500ml santen, 1 kilo ayam cukup untuk 6-7 porsi, tergantung motongnya gimana. Tapi beneran, ayam yang gw beli ga tau ayam apaan, guede banget, 1 paha dipotong 3 aja masih gede.</p>
<p>Dan, dengan sedikit kesabaran akhirnya jadi juga gule ayam gw.</p>
<p><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0011.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-313" title="Gule Ayam" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0011-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/mari-memasak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jam Weasley : Fun Part</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-fun-part/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-fun-part/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 12:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tech]]></category>
		<category><![CDATA[gps]]></category>
		<category><![CDATA[jamweasley]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>
		<category><![CDATA[TK-102]]></category>
		<category><![CDATA[tracker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum mulai, baca dulu intronya disini Sekarang ke bagian yang serunya, pertama gw setup device nya : Gw masukin SIM Card yang GPRS enabled-flatrate. Semua konfigurasi dilakukan lewat sms (petunjuk ada sebagian besar ada di manual book). Gw set dulu &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-fun-part/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum mulai, baca dulu intronya <a href="http://blog.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-introduction/">disini</a></p>
<p>Sekarang ke bagian yang serunya, pertama gw setup device nya :</p>
<ul>
<li>Gw masukin SIM Card yang GPRS enabled-flatrate.</li>
<li>Semua konfigurasi dilakukan lewat sms (petunjuk ada sebagian besar ada di manual book).</li>
<li>Gw set dulu supaya nomer HP gw adalah nomer satu-satunya yang bis ganti-ganti settingan.</li>
<li>Setelah devicenya GPS-Fixed (udah dapet data lokasi dari satelit) warna lampunya berubah yang tadinya kedap-kedip cepet jadi kedap-kedip tiap 4 detik. (GPS Fixed berarti gak ada masalah &#8211; OK )</li>
<li>Gw coba call dari nomer gw, langsung otomatis ditutup ama devicenya (baguslah biar gw nggak keluar pulsa), trus nih device langsung ngasih data-data dia ke HP gw lewat sms (date-time, IMEI, latitude, longitude) &#8211; (SMS sending &#8211; OK)</li>
<li>Ganti mode dari SMS ke GPRS &#8211; OK</li>
<li>Set APN buat koneksi GPRS &#8211; OK</li>
<li>Set server IP address dan server port buat upload semua data dari device &#8211; OK</li>
</ul>
<p>Berhubung sementara ini gw nggak punya server dengan IP public, ya udah gw pake komputer gw yang kebetulan UNIX based sebagai server.</p>
<p> </p>
<p>Jadi pertama gw buka dulu port dari router gw supaya ngelolosin semua paket dan langsung di forward ke komputer gw.</p>
<p>Gw coba aktifin fasilitas Auto Track dari device nya, jadi teorinya gw bisa receive data yang di send dari device di komputer gw tiap 30 detik.</p>
<p>Buat ngetrack paket yang masuk, di UNIX based server bisa menggunakan command nc / netcat. Jadi misalnya pengen ngeliat trafik di port 345, kalo di MAC OS X bisa pake :</p>
<blockquote><p>#nc -l 345</p></blockquote>
<p>untuk lebih jelasnya bisa liat disini : <a href="http://developer.apple.com/mac/library/documentation/Darwin/Reference/ManPages/man1/nc.1.html">manual netcat</a>.</p>
<p> </p>
<p>Paket data sudah keterima dengan baik di server gw, paket dalam bentuk CSV (comma separated values). Dari GPSPassion sih :</p>
<blockquote><p>The protocol used by TK102 is NMEA : $GPRMC,aaaaaa,b,cccc.cc,d,eeeee.ee,f,ggg.g,hhh.h,jjjjjj,kkk.k,l*mm</p>
<p> </p>
<p>Where: * aaaaaa is the time of the fix UTC in hhmmss format * b is the validity of the fix (&#8220;A&#8221; = valid, &#8220;V&#8221; = invalid) * cccc.cc is the current latitude in ddmm.mm format * d is the latitude hemisphere (&#8220;N&#8221; = northern, &#8220;S&#8221; = southern) * eeeee.ee is the current longitude in dddmm.mm format * f is the longitude hemisphere (&#8220;E&#8221; = eastern, &#8220;W&#8221; = western) * ggg.g is the speed in knots * hhh.h is the true course in degrees * jjjjjj is the date in DDMMYY format * kkk.k is the magnetic variation in degrees * l is the direction of magnetic variation (&#8220;E&#8221; = east, &#8220;W&#8221; = west) * mm is the checksum</p>
<p>Just before GPRMC sentence there is the TK102 timestamp and the admin telephone number.</p>
</blockquote>
<p>Device udah nyala, GPS satelites udah fixed, server udah up, packets udah diterima di server, tinggal sekarang ngumpulin paket-paket yang diterima trus dimasukin ke dalem database.</p>
<p> </p>
<p>Ngejalanin script yang di post di GPSpassion : <a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/gps.php.txt">Script</a>. Tapi bingung mo mulai dari mana, hehe.</p>
<p>Mentok di script php, nanti diterusin lagi deh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-fun-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jam Weasley : Introduction</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-introduction/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-introduction/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 11:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tech]]></category>
		<category><![CDATA[gps]]></category>
		<category><![CDATA[jamweasley]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>
		<category><![CDATA[TK-102]]></category>
		<category><![CDATA[tracker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Kemaren gw dikasih pinjem, well.. sebenrnya bukan dikasih pinjem, tapi diajakin ngerjain suatu project. Projectnya gini, ada company ngehubungin temen gw, mereka pengen ngeaplikasiin suatu tracking device yang connect ama website pada setiap mobil yang mereka gunakan untuk bisnis sehari-hari &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-introduction/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemaren gw dikasih pinjem, well.. sebenrnya bukan dikasih pinjem, tapi diajakin ngerjain suatu project. Projectnya gini, ada company ngehubungin temen gw, mereka pengen ngeaplikasiin suatu tracking device yang connect ama website pada setiap mobil yang mereka gunakan untuk bisnis sehari-hari mereka, gw nggak terlalu jelas juga perusahaan apa itu, temen gw jelasin sih cuman gw nggak ngedengerin sibuk ngeliatin maenan baru, hehe. Nah si temen gw ini, dia males buat ngoprek-ngoprek devicenya, akhirnya gw yang diajak join, tugas gw setup device, konekin ama server, ama tampilin hasilnya di layer map google, terdengar gampang bukan? Tertarik lah gw, mana barang ini gw baru liat, gw pengen ngoprek-ngoprek, padahal gw harusnya konsen sama project bahasa gw, tapi ya ga apa2, seru!</p>
<p>Ok kita mulai, pertama, unboxing</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/Unboxing.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-272" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Unboxing" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/Unboxing-300x201.jpg" alt="Unboxing" width="300" height="201" /></a></p>
<p> </p>
<p>Device yang gw punya tipenya TK-102, dusnya kecil, isinya GPS Tracker, battery docking, batre kaya yang dipake sama HP Nokia 2 biji, charger dan crappy manual book.</p>
<p>Gw coba bandingin dengan hp gw biar kebayang segimana besarnya nih alat</p>
<p><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/comparing.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-274" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="comparing" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/comparing-300x201.jpg" alt="comparing" width="300" height="201" /></a></p>
<p>Keliatan kan, kecil banget, cuman walaupun kecil nih alat bisa bikin masalah yang guede banget. Pertama kali gw ngeliatin nih alat ama roomate gw dia langsung nggak setuju ama rencana gw, bahaya katanya. Coba aja lo bayangin kalo misal nih project jalan trus dibuka untuk umum, trus misal ada istri yang lagi curiga ama suaminya beli alat dan service dari kita, trus nempelin di mobil suaminya diem-diem, dia bisa tau kemanapun si suaminya pergi, real time! Kata roomate gw di jerman ada peraturan tentang kebebasan individu, jadi katanya kalo gw ngejalanin project ini dan dibuka untuk umum siap-siap aja dintuntut oleh suami-suami yang nggak kepengen kebebasan individualnya terenggut.</p>
<p>Gw nggak akan bahas masalah kebebasan individu atau hukum dan sebagainya, gw hanya tertarik sama kemampuan alat ini, lagian kalo project ini gagal pun gw udah cukup seneng bisa bermain-main dengan alat ini. Pertama kali gw disuruh ngoprek alat ini, gw langsung inget ama cerita Harry Potter, gw nggak tau seri yang mana, disitu diceritain ada jam di ruang tengan keluarga Weasley yang bisa ngeliatin dimana si ayah, dimana si ibu dan anak-anak yang lain secara real time, mirip banget kan dengan apa yang sedang gw lakuin, gw lagi ngebuat &#8220;Jam Weasley&#8221;.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-278" style="margin-left: 110px; margin-right: 110px;" title="Jam" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/Jam.jpg" alt="Jam" width="275" height="275" /></p>
<p>Gw bakalan post disini perkembangan lebih lanjutnya, stay tune!</p>
<p>&#8212; Weasley Clock // <a href="http://images.google.com/imgres?imgurl=http://ecx.images-amazon.com/images/I/41cbL9GfgCL._SL500_AA275_.jpg&amp;imgrefurl=http://www.amazon.com/Harry-Potter-NECA-Weasley-Clock/dp/B000TJJIVY&amp;usg=__80H0fVks1lj1KPVhS2-BUtnfh0k=&amp;h=275&amp;w=275&amp;sz=28&amp;hl=en&amp;start=13&amp;um=1&amp;tbnid=CxKtZWRTuTV6EM:&amp;tbnh=114&amp;tbnw=114&amp;prev=/images%3Fq%3Dweasley%2Bpotter,%2Bwhere%2Bare%2Byou%2Bclock%26hl%3Den%26sa%3DN%26um%3D1">amazon.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/jam-weasley-introduction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umweltzone</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/umweltzone/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/umweltzone/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 10:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Germany]]></category>
		<category><![CDATA[Tech]]></category>
		<category><![CDATA[berlin]]></category>
		<category><![CDATA[environment]]></category>
		<category><![CDATA[euro]]></category>
		<category><![CDATA[sticker]]></category>
		<category><![CDATA[traffic]]></category>
		<category><![CDATA[umwelt]]></category>
		<category><![CDATA[umweltzone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali gw liat tanda ini, bingung, ini apaan artinya, Umwelt kalo diliat dikamus sih artinya environment/lingkungan. Jadi kalo diliat secara bahasa sih artinya &#8220;Daerah lingkungan&#8221;, tetep juga bingung. Penasaran sih cuman males aja tanya-tanya, tadi pagi kebetulan gw bangun &#8230; <a href="http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/umweltzone/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-232" title="sign" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/sign.jpg" alt="sign" width="284" height="284" /></p>
<p>Pertama kali gw liat tanda ini, bingung, ini apaan artinya, Umwelt kalo diliat dikamus sih artinya environment/lingkungan. Jadi kalo diliat secara bahasa sih artinya &#8220;Daerah lingkungan&#8221;, tetep juga bingung. Penasaran sih cuman males aja tanya-tanya, tadi pagi kebetulan gw bangun kepagian jadi bingung mo ngapain ya udah gw baca ginian, gw share deh disini, siapa tau ada yang penasaran.</p>
<p>Pertama, tanda ini cuman berlaku bagi yang punya kendaraan bermotor, jadi kalo yang pake sepeda, pejalan kaki  pengguna public transport, don&#8217;t bother.</p>
<p>Kedua, ternyata lambang ini memang berhubungan dengan lingkungan, jadi intinya hanya kendaraan tertentu saja yang boleh masuk zona ini, kendaraan yang knalpotnya nggak ngeluarin terlalu banyak racun, ya buat gampangnya hanya kendaraan diatas keluaran tahun 2000 an lah yang yang boleh masuk zona ini.</p>
<p><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/berlin_Umweltzone.jpg"><img class="size-medium wp-image-234  alignright" title="berlin_Umweltzone" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/berlin_Umweltzone-300x212.jpg" alt="berlin_Umweltzone" width="300" height="212" /></a>Sebagai contoh gw ambil Berlin, Berlin memberlakukan Umweltzone hanya di bagian inner-ring doang, pusat kota nya doang, batesnya rel kereta S-Bahn, ga gede-gede amat sih, sekitar 90 kilometer persegi.</p>
<p>Awalnya gw pikir, ah paling juga nggak serius, males banget polisi ngeliatin mobil satu-satu buatan taun berapa ato knalpotnya beracun ato nggak, tapi ternyata gampang aja, gw lupa ada yang namanya sticker.</p>
<p>Jadi si pemerintah kota Berlin ini jualan sticker ke semua orang termasuk penduduk luar Berlin, harganya nggak mahal, sekitar 15 euro, kalo mo beli tinggal kirim semua dokumen-dokumen kendaraan lewat web ato dateng langsung ke kantornya, bisa ditunggu kok. So, untuk masuk ke dalem Umweltzone setiap mobil harus punya sticker Euro 2 / Euro 3 / Euro 4 tergantung spesifikasi mesinnya, kalo ketawan ada di dalem umweltzone trus nggak pake sticker, didenda 40 Euro.</p>
<p><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/table.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-241" title="table" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/table-300x189.jpg" alt="table" width="300" height="189" /></a></p>
<p>Klasifikasi dari sticker pun ada macem-macem, umumnya sih hanya 3 biji, yang warna merah itu Euro 2, kuning Euro 3 dan yang ijo Euro 4, dengan warna ijo yang artinya mesin dengan emisi terendah. Jadi kalo mobil kita ditempel sticker warna merah, nanti tahun depan (2010) siap-siap aja gigit jari nggak akan bisa masuk kota lagi, karena pemerintah kota Berlin hanya membolehkan kendaraan bermesin Euro-4 doang yang boleh masuk.</p>
<p>Yang kerennya lagi, sticker ini berlaku bukan hanya di kota Berlin doang, sticker ini berlaku juga di beberapa kota yang memberlakukan umweltzone kaya misalnya Frankfurt, Hannover, Munich. Nah si sticker ini harus nempel di kaca bagian depan, jadi ntar kalo ada polisi iseng liat mobil kita lagi parkir nggak akan ngasih tilang.</p>
<p><a href="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/kotaLain.jpg"><img class="size-medium wp-image-242 alignleft" style="margin-right: 210px;" title="kotaLain" src="http://blog.rohandi.com/wp-content/uploads/2009/10/kotaLain-281x300.jpg" alt="kotaLain" width="281" height="300" /></a></p>
<p>&#8212;</p>
<p>1. Umweltzone sign // <a href="http://l.yimg.com/eur.yimg.com/ng/sh/globpres/20090523/09/3797635167-umweltzone-hannover-legt-rueckwaertsgang.jpg">de.cars.yahoo.com </a>2., 3., 4. Berlin Umweltzone // <a href="http://www.berlin.de/sen/umwelt/luftqualitaet/de/luftreinhalteplan/umweltzone_aktuelles.shtml">berlin.de</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2009/10/umweltzone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
