wirayudha.rohandi.com

Notes from Wirayudha Rohandi

Archive for the ‘life’ tag

3 Variables in Life

without comments

Tau nggak bahwa ada 3 variable penting dalam setiap hidup seorang manusia?

Tenaga, Waktu dan Uang.

Gue lupa pernah baca ini dari mana, tapi tiba-tiba terlintas di kepala gue sore ini.

It goes like this:

Pada saat lo remaja, lo punya banyak tenaga, banyak waktu tapi sedikit uang.
Saat lo beranjak dewasa, lo bakalan punya banyak tenaga dan banyak uang, tetapi sayangnya lo nggak punya waktu.
Dan tiba saat lo tua, lo bakalan punya banyak uang dan waktu yang lebih dari cukup, tapi sayangnya lo udah nggak punya tenaga.

Jadi intinya, biar gimana, lo nggak bakalan punya ketiga variabel di atas secara bersamaan. Gue nggak tau ini bener apa nggak, tapi dua dari tiga pernyataan diatas benar adanya buat hidup gue.

- Berlin, penghujung winter.

Written by wirayudha.rohandi

February 19th, 2010 at 8:04 pm

Tagged with , , , ,

Nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya

without comments

Kopi enak

Sekelompok alumni University California of Bekeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis.
Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah.
Dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk
menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan :
“Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.
Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”

“Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.
Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.”

“Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan,
uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.
Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan.
Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.

Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”
Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya..

Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya.
Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda.
Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda
menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.

Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia.

Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.

So enjoy your day and work and keep make relationship
with others :) .

Cerita diatas masuk di mailbox gw tadi sore, forward dari seorang teman baik yang lagi sekolah di amerika, gw posting disini supaya gw bisa baca terus dan nggak lupa cara untuk menikmati hidup.

Cofee taken from : rayced/ / CC BY 2.0

Written by wirayudha.rohandi

February 1st, 2009 at 8:01 pm

Tagged with ,

Peniruan, bukan penjiplakan

without comments

Pada mulanya mungkin ia melakukan beberapa peniruan (bukan penjiplakan); itu proses yang wajar untuk akhirnya menemukan otentitas.

Lupa dapet dari mana, kalo nggak salah tulisanya dewi lestari, yup, the famous Dewi Lestari.
Entah bagaimana, gw ngeliat ini bukan hanya dalam konteks tulisan, tapi juga dalam aspek kehidupan, seringkali secara nggak sadar kita meniru seseorang, kita mencoba untuk menjadi seseorang, yang pada satu titik kita akan sadar kita nggak bisa meniru seseorang secara sempurna, dan pada titik itulah kita mengenal diri kita.

Pada titik sekarang ini, gw ngeliat figur Himawan Nugroho -seorang Triple CCIE- dan Boy Avianto -seorang designer & developer- sebagai figur yang pengen gw tiru.

Haha, gw sendiri bingung, 5 tahun lebih gw ngabisin waktu buat belajar mechanic, untuk menjadi mechanical engineer, tapi aneh gw nggak punya seorangpun figur yang berkecimpung di dunia Mechanical Engineering.

Tapi mungkin seperti kata seorang teman di Belanda “itu adalah proses yang wajar, itu adalah proses pencarian identitas diri”.

Written by wirayudha.rohandi

January 11th, 2009 at 8:53 pm

Tagged with , , , ,