<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wirayudha.rohandi.com &#187; sby</title>
	<atom:link href="http://wirayudha.rohandi.com/tag/sby/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wirayudha.rohandi.com</link>
	<description>Notes from Wirayudha Rohandi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 10:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buku: Harus Bisa!</title>
		<link>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/buku-harus-bisa/</link>
		<comments>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/buku-harus-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 17:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wirayudha.rohandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[harusbisa]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rohandi.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[
Suatu kebetulan ketika saya mengunjungi ruangan seorang kawan di kantornya, saya melihat buku ini tergeletak di atas meja masih lengkap dengan sampul plastiknya, belum disentuh sepertinya. Menurut dia buku itu adalah kenang-kenangan dari petugas aju (advance team) kepresidenan ketika kunjungan presiden RI sebulan lalu ke Berlin.
Melihat buku dengan cover SBY saya langsung tertarik untuk membaca, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="   alignleft" style="margin: 10px;" title="Harus Bisa! Cover Book" src="http://farm3.static.flickr.com/2736/4341223626_04609c1aa8.jpg" alt="Harus Bisa! Cover Book" width="333" height="500" /></p>
<p>Suatu kebetulan ketika saya mengunjungi ruangan seorang kawan di kantornya, saya melihat buku ini tergeletak di atas meja masih lengkap dengan sampul plastiknya, belum disentuh sepertinya. Menurut dia buku itu adalah kenang-kenangan dari petugas aju (<em>advance team</em>) kepresidenan ketika kunjungan presiden RI sebulan lalu ke Berlin.<br />
Melihat buku dengan cover SBY saya langsung tertarik untuk membaca, berhubung saya pikir kawan saya ini terlalu sibuk untuk membaca buku yang lumayan cukup tebal ini, lagi pula saya sudah beberapa bulan ini tidak pernah baca buku yang berupa kertas, biasanya ebook, itu pun tipis-tipis tidak setebal ini.</p>
<p>Pertama baca nama penulisnya, saya langsung mengerutkan dahi, &#8220;Siapa sih Dino?&#8221;. Di halaman awal-awal diceritakan bahwa dia adalah salah satu dari juru bicara kepresidenan yang bertanggung jawab untuk urusan internasional. Saya pikir juru bicara presiden cuman satu, si Andi berkumis baplang, ternyata bapak Andi si kumis ini cuman bertanggung jawab untuk hubungan dalam negeri dan setelah membaca lebih lanjut buku ini ternyata hubungan internasional negara Indonesia tidak kalah serunya dengan kompleksitas masalah yang ada di dalam negeri.</p>
<p>Kesan pertama yang saya tangkap ketika membaca buku ini adalah kesan subjektifitasnya yang sangat kental, sejauh pengertian saya, tidak ada satupun dalam buku ini yang menceritakan tentang kelemahan atau kekurangan dari presiden SBY. Saya pikir namanya manusia pasti ada sisi kesalahannya, dan hal ini sayang sekali tidak diangkat dalam buku yang banyak disertai foto-foto menarik ini. Padahal kan kalau memang tujuannya pembelajaran kita juga bisa belajar dari kesalahan-kesalahan para pemimpin.</p>
<p><span id="more-406"></span></p>
<p>Buku ini sudah mencapai cetakan ke-enam dari pertama peluncurannya, buku ini ditulis pada saat SBY menjabat sebagai presiden pertama yang dipilih oleh rakyat dan saya membaca buku ini ketika SBY menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya, yang juga dipilih oleh rakyat. Isi buku ini cukup menarik karena pada saat buku ini ditulis, Jusuf Kala masih sebagai wakil presiden, Sri Mulyani sebagai mentri ekonomi dengan prestasi yang hebat, serta Budiono masih baru menjabat gubernur BI. Saya bilang menarik karena melihat keadaan sekarang dimana banyak cerita seru seputar Jusuf Kala, Sri Mulyani dan Budiono.</p>
<p>Terlepas dari subjektifitas yang ada dalam buku ini, saya melihat sesuatu yang berbeda tentang SBY yang tidak saya dapatkan dari media lain, baik itu koran ataupun televisi. Penulis menggambarkan kondisi-kondisi yang terjadi dengan keseharian Presiden dengan cukup detail, sehingga saya pun bisa merasakan ketegangan, keceriaan, kesibukan atau pun keadaan-keadaan lain yang SBY lakukan dalam keseharian tugasnya.</p>
<p>Setelah membaca halaman terakhir dari buku ini, terus terang entah kenapa rasa bangga sebagai warga negara Indonesia tiba-tiba naik, terlebih karena saya sedang tidak berada di Indonesia sehingga rasa ini merupakan rasa yang cukup luar biasa. Terlepas dari benar atau tidaknya isi dari buku ini (karena pacar saya bilang, buku ini terlalu berat sebelah) saya sangat menikmati setiap lembar yang disuguhkan, menarik, dan membuat semakin sadar bahwa pengetahuan sejarah nasional dan internasional saya jeblok berat.</p>
<p>Terakhir buat yang membaca tulisan saya ini apalagi kalau sedang berada di luar Indonesia saya rekomendasikan untuk baca buku ini, berguna banget untuk menumbuhkan harga diri yang sempat jatuh karena melihat kemajuan negara-negara dunia kesatu.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Cover buku dikopi dari: <a href="http://sylvietanaga.wordpress.com/2009/01/27/book-review-%e2%80%93-harus-bisa-seni-memimpin-ala-sby/">sylvietanaga.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirayudha.rohandi.com/2010/02/buku-harus-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
